Suara Netizen
Informasi Masa Kini

Almarhum Tiba-tiba Minta Ikut Beli Kain Kafan

“Waktu itu adalah kali pertama dia ikut saya beli kain kafan, dan pertama kali itu juga dia memotongnya. Tapi tak disangka, kain yang dia potong itulah yang digunakan untuk mengkafankan jenazahnya,” kata Mohamad Iqbal Rahman, 17 tahun, teman baik dari Mohamad Alif Aiman Azhar, 15 tahun, yang tewas setelah mengalami kecelakaan maut pada Sabtu pekan kemarin.

Aiman Azhar menjadi korban dalam kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan di Jalan Pantai menuju ke Pasir Gudang, Johor Bahru, Malaysia.

Iqbal mengatakan, pada 21 Oktober lalu, almarhum yang biasa dipanggil Aiman ikut dia membeli kain kafan. Kain tersebut akan digunakan dalam pelatihan pengurusan jenazah yang digelar oleh bapaknya Iqbal keesokan harinya.

“Dia sebenarnya penakut jika berbicara tentang jenazah atau mayat. Tapi saya tidak mengira dia akan ikut dengan saya untuk membeli kafan dan memotong kain tersebut tanpa saya ajar,” kata Iqbal.

Menyimpan Potongan Kain Kafan

Setelah memotong kain tersebut,ayah Iqbal menyimpannya untuk digunakan jika ada orang yang meninggal dunia.

” Tapi tidak menyangka, dia meninggal dunia dalam kecelakaan dan kain kafan itu digunakan untuk mengkafankan jenazahnya,” jelas Iqbal saat ditemui di Departemen Forensik Rumah Sakit Sultan Ismail (HSI), Johor Bahru.

Almarhum, yang juga seorang pelajar Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Pasir Gudang, meninggal di tempat kejadian setelah ditabrak taksi dalam kecelakaan tersebut.

Dalam kecelakaan tersebut, Aiman membonceng motor Honda Wave yang dikemudikan Mohd Zulfitri Rahimin, 16 tahun, yang menjadi satu-satunya korban selamat.

Tertabrak hingga Terpelanting
tertabrak-hingga-terpelanting1

Menurut Mohd Zulfitri, saat kejadian tersebut, terdapat tiga sepeda motor dalam perjalanan kembali ke Pasir Gudang setelah berjalan-jalan di Pantai Lido, Johor Bahru.

Dia mengatakan, saat melintasi jalur di daerah Permas Jaya, knalpot motornya rusak dan ingin berhenti di pinggir jalan untuk memperbaikinya.

Mereka semua berhenti di pinggir jalan dan Aiman yang memperbaiki knalpot motor Mohd Zulfitri. Sementara yang lainnya berdiri di sisi sepeda motor.

“Tidak sampai lima menit, saya melihat ada taksi yang berjalan oleng. Saya berteriak menyuruh semuanya lari. Tapi belum sempat lari, taksi menabrak kami hingga terpelanting.

“Meski syok, saya berusaha bangun untuk membantu yang terluka. Saat itu saya melihat mulut Aiman bergerak sedikit, tapi dia sudah meninggal,” katanya. (Sumber: eberita.org)

Yang Menarik Lainnya